Selingkuh, it's okay..
Ketika kita
mendengar kata “selingkuh” sudah pasti hal pertama yang muncul di otak kita
adalah seseorang yang menjalin hubungan dengan orang lain tanpa
sepengetahuan pasangannya. Definisi lain selingkuh adalah tidak setia kepada satu
pasangan saja. Namun pada kenyataannya, definisi selingkuh tidaklah selalu
begitu. Menurut saya, ketika kita berhubungan dengan seseorang namun sudah
melibatkan perasaan atau batin secara rahasia itu sudah termasuk selingkuh
meskipun tidak terjadi kontak fisik. Yap! Termasuk secara digital!
(flirting lewat sosmed, game atau apapun itu) Itu tetap dinamakan
SELINGKUH. Tapi itu kembali kepada perspektif tiap individu untuk memaknai arti
selingkuh itu sendiri, karena setiap orang memiliki pendapat yang beragam. Nah,
jadi tidak ada satupun orang di dunia ini yang ingin perselingkuhannya
diketahui.
Ok, pasti kita
bertanya-tanya apa penyebab seseorang selingkuh ? dalam benak kita pasti
mengatakan, “mungkin dia kurang bersyukur, mungkin dia tidak sayang dengan
pasangannya, mungkin dia tidak dapat perhatian dari pasangannya, mungkin
pasangannya tidak pengertian, mungkin dia tidak bahagia dengan pasangannya,
mungkin pasangannya terlalu mengekang dia, mungkin dia tidak cocok dengan
pasangannya, mungkin pasangannya tidak menganggap dia ada, mungkin dia sudah
hilang rasa, mungkin mereka kurang komunikasi, mungkin dia masih sayang
mantannya”. OKE FINE! Semua alasan di atas sangat mungkin terjadi. Namun, mengambil jalan untuk
selingkuh adalah cara yang paling salah. Itulah mengapa sangat penting bagi
kita untuk menjadi pribadi yang baik dan dewasa saat kita menjalin hubungan
dengan seseorang.
Perlu diketahui
bahwa kemungkinan-kemungkinan di atas tidak selalu menjadi alasan bagi
seseorang untuk melakukan perselingkuhan. Menurut perspektif saya ada dua penyebab
orang yang berselingkuh, yang pertama karena hawa nafsu dan yang kedua karena
rendahnya pemahaman soal komitmen atau mungkin yang lebih akrab kita dengar dengan
“PELAMPIASAN”. Orang yang selingkuh karena hawa nafsu tidak akan pernah berubah
sampai kapanpun karena dia sudah “doyan” selingkuh. Mungkin bisa berubah, apa
kita sanggup menunggu lama untuk doi berubah ??. Jadi, wanita ataupun lelaki
pasti akan selalu ada yang “doyan” selingkuh, mereka tidak akan menyesal
meskipun telah ketahuan selingkuh. Di sisi lain, ada juga orang yang selingkuh
karena pelampiasan, contohnya, ketika kita berselisih paham sama pasangan, kita
malah melampiaskannya dengan orang lain, jatuhnya gini, kita jadi menyakiti dua
hati sekaligus dan itu justru akan menambah masalah. Jadi buat pasangan yang
sedang berantem lebih baik diam dulu, redakan emosi, lalu komunikasi dengan
cara baik-baik.
Orang
yang berpacaran terkadang memiliki kekhawatiran yang besar kepada pasangannya
akan berbuat serong. Sebetulnya kita tidak perlu mengkhawatirkan apapun
karena orang yang selingkuh akan tetap selingkuh bagaimanapun juga. Meskipun
kamu cantik, baik, sempurna dan apapun itu, ingatlah, hal itu tidak dapat menghentikan perselingkuhan. Kita tidak perlu
melarang ataupun mengekang pasangan kita, karena orang yang berselingkuh akan
selalu cari cara untuk melakukannya. Contohnya, ketika kita sudah melaranguntuk
berhubungan dengan orang lain yang kita tidak suka, yaap, dia pasti akan cari
cara lain dengan membuat whatsapp baru, instagram baru ataupun media social lainnya.
Meskipun kita sudah memblokir orang yang tidak kita suka di kontaknya, dia akan
selalu cari cara agar tetap bisa menghubungi orang tersebut bagaimanapun juga.
Jadi, STOP! Periksa handphone pasangan, stop mengekang, stop
melarang karena cheaters gonna cheat!!!!
dan jangan pernah mencari tau yang kita tidak perlu tahu, karena itu adalah hal
terbodoh yang bisa membuat kita jadi kepikiran tentang hal yang sama sekali
tidak mempersukses dan memperbaiki hidup kita. Satu lagi hal yang paling
penting, kita tidak perlu membalas sakit hati yang dibuat oleh pasangan kita,
karena balas-membalas, karma-perkarmaan, itu
tugas Tuhan, tugas kita itu adalah berdoa dan berusaha menjadi yang terbaik. Jadi, dalam hubungan kita harusnya
fokus untuk mempersiapkan kebersamaan yang sesungguhnya dengan memiliki
komunikasi yang baik dengan pasangan, mencari tahu apa yang dia inginkan dalam
hubungan, mencari solusi dari setiap perbedaan, mencari tau apa yang harus dibenahi
dalam hubungan, dan yang paling penting adalah memperbaiki dan mengembangkan
diri kita menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri. Bukannya malah fokus
mencari hal yang sama sekali tidak ber-impact pada kehidupan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar